Langsung ke konten utama

KEMERIAHAN KARNAVAL BABAT, LAMONGAN: PARADE KREATIVITAS DAN KEBERAGAMAN

 

(image from @info.babat)

Pemerintah Kelurahan Babat mengadakan kegiatan karnaval pada (09/09/2023), kegiatan karnaval ini juga merupakan salah satu rangkaian kegiatan untuk memeriahkan HUT RI ke-78, serta karnaval ini diikuti seluruh RT/RW se Kelurahan Babat. 

Acara ini sangat disambut antusias oleh para warga sekitar. Karena bisa dikatakan ini merupakan kegiatan besar-besaran yang dilaksanakan di Babat setelah selesainya masa pandemi COVID-19. Peserta yang mengikuti karnaval ini juga mencapai 40 kontingen dari RT, RW, dan sekolahan dari SD hingga SMA.  

Rute karnaval ini dimulai start di lapangan Sawonggaling kemudian melewati tiap kampung di Kelurahan Babat hingga mencapai finish kembali lagi di lapangan Sawonggaling. Bahkan beberapa jalan di Kelurahan Babat ikut ditutup agar kegiatan karnaval ini berjalan dengan lancar. Meskipun hasilnya tetap menimbulkan kemacetan yang padat di sekitar Kelurahan Babat.

Berbagai macam kreativitas dan keberagaman ditampilkan oleh para warga. Contohnya ada peserta yang menampilkan parade saat sebelum Indonesia merdeka, menampilkan patung, menampilkan berbagai macam tarian kreasi dari para peserta itu sendiri, dan masih banyak  lainnya.  

(image from @info.babat)

Salah satu narasumber juga membagikan pendapatnya kepada saya. Dia adalah salah satu penonton di karnaval ini, bernama Nawan. 

“Tanggapan saya mengenai karnaval yang diadakan di Kelurahan Babat untuk memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia yg ke 78 sangat lah meriah. Apalagi antusias warga masyarakat sekitar, khususnya warga Kelurahan Babat yang berlomba-lomba ikut berpartisipasi dalam acara karnaval tersebut. Tidak hanya peserta saja bahkan penonton dari desa sekitar ikut hadir menyaksikan acara karnaval tersebut,” ujarnya.

(image from @info.babat)

Nawan juga mengatakan jika acara karnaval ini  memiliki dampak negatif dan positif.

“Tentu saja dengan banyaknya peserta yang ikut berpartisipasi dan penonton yang datang untuk menonton menimbulkan dampak negatif dan positif,” ungkap Nawan.

Seperti yang dikatakan Nawan karnaval kali ini menimbulkan dampak negatif dan positif. Salah satu dampak negatifnya ialah terjadinya kemacetan lalu lintas yang panjang dan cukup mengganggu pengguna jalan raya khususnya di daerah Babat. Serta ada pula dampak positif dari karnaval ini, salah satunya ialah dengan adanya karnaval ini dapat digunakan sebagai sarana edukasi kepada generasi muda dengan mengenalkan berbagai ragam budaya di Indonesia. Banyak para peserta yang memakai kostum yang beraneka ragam dan benar-benar dikemas dengan menarik. Bahkan adapula anak yang menggunakan kostum adat tertentu sehingga pengetahuan mereka menjadi bertambah, selain itu juga dapat menumbuhkan semangat nasionalisme pada para peserta maupun penonton.

Kegiatan karnaval yang diadakan di Kelurahan babat ini termasuk dalam kegiatan yang sangat meriah. Hal ini dapat dilihat dari besarnya antusias para peserta dan penonton. Bahkan acara ini masih berjalan hingga malam pukul 20:00.



created by: 

 Diana Atika Nur Alfiyah

NIM 23041184422

Komentar

Postingan populer dari blog ini

UDU CAMP, PERKUMPULAN MAHASISWA PECINTA DEBAT ASSEMBLE!

  Ditulis oleh: Andras Salmany Ramdan (23041184402)             Surabaya-Debat merupakan sebuah kegiatan yang kerap kali terjadi pada fenomena sosial yang ada pada kehidupan kita sehari-hari sebagai manusia. Tetapi nyatanya debat merupakan sebuah ajang dimana seseorang dapat berpikir kritis dan mengemukakan pendapatnya, sampai-sampai debat menjadi sebuah ajang perlombaan yang sangat terkenal dan kompetitif diberbagai kalangan khususnya ditingkat mahasiswa.             Unesa debating union atau sering disingkat sebagai UDU merupakan sebuah unit kegiatan mahasiswa di Universitas Negeri Surabaya yang menaungi mahasiswa yang memiliki minat serta bakat yang sama dibidan debating. Dalam menyeleksi calon anggota, UDU menyelenggarakan kegiatan yang diberi nama UDU Camp dan konsisten diselenggarakan setiap tahunnya. Dalam kegiatan tersebut diisi oleh pemateri yang tentunya sud...

Mahasiswa Kampus Mengajar Angkatan 5 UNESA Berikan Pelatihan Desain Menggunakan Canva Untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa di SDN Kaliasin V/284 Kota Surabaya

  SURABAYA, Mahasiswa S-1 Universitas Negeri Surabaya memiliki pengalaman menarik sewaktu mengabdi dalam kegiatan Kampus Mengajar Angkatan 5. Kepada pewawancara,  mahasiswa program studi Teknologi Pendidikan (TP) Universitas Negeri Surabaya ini bercerita pengalamannya saat bertugas program Kampus Mengajar. Novia tidak sendiri, ia bersama rekannya yang merupakan mahasiswa dari program studi PG-PAUD dan Pendidikan Ekonomi Unesa serta Sosiologi Universitas Negeri Trunojoyo Madura. Program ini mereka laksanakan selama 4 bulan bertugas pada tanggal 26 Februari 2023 hingga selesai pada tanggal 16 Juni 2023. Sebelum bertugas mahasiswa Kampus Mengajar diberikan pembekalan selama 2 minggu.  SDN Kaliasin V/284 kota Surabaya merupakan sekolah penugasan yang berada di Jl. Keputran Kejambon II No.67 kecamatan Genteng kota Surabaya. Sekolah ini memiliki guru dan staf berjumlah 20 orang dan total dari kelas 1 sampai 6 memiliki lebih dari 300 siswa. Sekolah tersebut menjadi tempat penuga...

Pandangan Mahasiswa Baru Terhadap Sistem PKKMB Hybrid di Universitas Negeri Surabaya

  Adrian Fajar Fadzilah NIM 23041184405   Surabaya- Universitas Negeri Surabaya melaksanakan kegiatan PKKMB atau Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru yang berlangsung pada tanggal 21 – 25 Agustus 2023 di kampus ketintang dengan system hybrid, dimana kegiatan dilakukan dengan  cara offline dan sebagian online. Namun beberapa mahasiswa justru merasa bahwa kegiatan yang dilakukan dengan system hybrid ini tidak terlalu efisien. Salman, salah satu MABA ( Mahasiswa baru ) Universitas Negeri Surabaya berpendapat bahwa system PKKMB yang hybrid ini kurang efektif.   “ tidak sepenuhnya salah, tapi tidak efisien juga karena dengan system hybrid ini kita disuguhkan kepada realita bahwa kita bertemu dengan teman se fakultas apalagi teman se universitas satu angkatan itu tidak bisa dilakukan dengan tatap muka langsung melainkan saat PKKMB Fakultas kita dihadapkan pada situasi 1 hari kita offline 1 hari kita virtual itu menjadikan kegiatan PKKMB yang hybrid ini tida...