Langsung ke konten utama

UDU CAMP, PERKUMPULAN MAHASISWA PECINTA DEBAT ASSEMBLE!

 

Ditulis oleh: Andras Salmany Ramdan (23041184402)

            Surabaya-Debat merupakan sebuah kegiatan yang kerap kali terjadi pada fenomena sosial yang ada pada kehidupan kita sehari-hari sebagai manusia. Tetapi nyatanya debat merupakan sebuah ajang dimana seseorang dapat berpikir kritis dan mengemukakan pendapatnya, sampai-sampai debat menjadi sebuah ajang perlombaan yang sangat terkenal dan kompetitif diberbagai kalangan khususnya ditingkat mahasiswa.

            Unesa debating union atau sering disingkat sebagai UDU merupakan sebuah unit kegiatan mahasiswa di Universitas Negeri Surabaya yang menaungi mahasiswa yang memiliki minat serta bakat yang sama dibidan debating. Dalam menyeleksi calon anggota, UDU menyelenggarakan kegiatan yang diberi nama UDU Camp dan konsisten diselenggarakan setiap tahunnya. Dalam kegiatan tersebut diisi oleh pemateri yang tentunya sudah professional dalam dunia debat dan juga terdapat FGD atau Forum Group Discussion yang dimana setiap kelompok akan berdebat untuk menyelesaikan sebuah mosi yang diberikan oleh pihak panitia.

Menurut wawncara dengan seorang mahasiswa dari Universitas Negeri Surabaya sekaligus peserta UDU Camp 2023 pada Sabtu, 7 Oktober 2023, ia tertarik untuk ikut dalam acara UDU Camp dikarenakan ia meyakini bahwa ada keseruan didalam acara tersebut. Diamping itu, ia juga ingin mengasah skill dalam debat, public speaking dan skill lain yang belum ia dapatkan sebelumnya.

            Hasan sebagai salah satu peserta UDU Camp menuturkan benefit dari mengikuti kegiatan tersebut. “Banyak yang bisa Saya dapatkan dari UDU Camp ini, seperti relasi dan teman-teman baru dari prodi lain jadi kita bisa saling kenal. Dan  juga Saya bisa tahu cara untuk bisa berdebat dengan baik dan benar sesuai ketentuan.” Kata Hasan, Sabtu (7/10/2023).

            Menurut Hasan, acara UDU Camp ini sangat baik karena dapat menampung mahasiswa yang memiliki ketertarikan dan tujuan yang sama dalam bidang debat. Dan tidak lupa Hasan berpesan kepada para peserta yang mengikuti UDU Camp agar tetap semangat untuk UDU Camp bagian dua yang akan diselenggarakan pada Sabtu, 14 Oktober 2023 dan mengingatkan untuk mengerjakan tugas yang diberikan kepada panitia. “Intinya tetap semangat dan jangan lupa penugasannya dikerjakan dengan penuh happy dan jangan merasa terbebani.” Tutur Hasan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahasiswa Kampus Mengajar Angkatan 5 UNESA Berikan Pelatihan Desain Menggunakan Canva Untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa di SDN Kaliasin V/284 Kota Surabaya

  SURABAYA, Mahasiswa S-1 Universitas Negeri Surabaya memiliki pengalaman menarik sewaktu mengabdi dalam kegiatan Kampus Mengajar Angkatan 5. Kepada pewawancara,  mahasiswa program studi Teknologi Pendidikan (TP) Universitas Negeri Surabaya ini bercerita pengalamannya saat bertugas program Kampus Mengajar. Novia tidak sendiri, ia bersama rekannya yang merupakan mahasiswa dari program studi PG-PAUD dan Pendidikan Ekonomi Unesa serta Sosiologi Universitas Negeri Trunojoyo Madura. Program ini mereka laksanakan selama 4 bulan bertugas pada tanggal 26 Februari 2023 hingga selesai pada tanggal 16 Juni 2023. Sebelum bertugas mahasiswa Kampus Mengajar diberikan pembekalan selama 2 minggu.  SDN Kaliasin V/284 kota Surabaya merupakan sekolah penugasan yang berada di Jl. Keputran Kejambon II No.67 kecamatan Genteng kota Surabaya. Sekolah ini memiliki guru dan staf berjumlah 20 orang dan total dari kelas 1 sampai 6 memiliki lebih dari 300 siswa. Sekolah tersebut menjadi tempat penuga...

Pandangan Mahasiswa Baru Terhadap Sistem PKKMB Hybrid di Universitas Negeri Surabaya

  Adrian Fajar Fadzilah NIM 23041184405   Surabaya- Universitas Negeri Surabaya melaksanakan kegiatan PKKMB atau Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru yang berlangsung pada tanggal 21 – 25 Agustus 2023 di kampus ketintang dengan system hybrid, dimana kegiatan dilakukan dengan  cara offline dan sebagian online. Namun beberapa mahasiswa justru merasa bahwa kegiatan yang dilakukan dengan system hybrid ini tidak terlalu efisien. Salman, salah satu MABA ( Mahasiswa baru ) Universitas Negeri Surabaya berpendapat bahwa system PKKMB yang hybrid ini kurang efektif.   “ tidak sepenuhnya salah, tapi tidak efisien juga karena dengan system hybrid ini kita disuguhkan kepada realita bahwa kita bertemu dengan teman se fakultas apalagi teman se universitas satu angkatan itu tidak bisa dilakukan dengan tatap muka langsung melainkan saat PKKMB Fakultas kita dihadapkan pada situasi 1 hari kita offline 1 hari kita virtual itu menjadikan kegiatan PKKMB yang hybrid ini tida...