Langsung ke konten utama

Kejam! Inilah Alasan Dibalik Munculnya Padang 12 “Kota Gaib Mewah” di KalBar

       Rahma Mulya Krisnawati (23041184428)                                                                                   Senin, 25 September 2023

         Padang 12

JURNAL IKOM - Selain Kota Saranjana, Kalimantan memiliki Padang 12 sebagai Kota Gaib Mewah yang tak kalah mistisnya. Terletak di antara Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Dilansir Jurnal Ikom dari Youtuber Nessie Judge, ia mengungkapkan kekejaman tentara Jepang dalam sejarah munculnya “Kota Gaib Mewah” Kalimantan Barat, Padang 12. Kota ini, dikatakan dulunya memiliki salah satu kampung dengan sumber daya alam yang melimpah. Para sekutu musuh para tentara Jepang sudah mengincar daerah dan kekayaannya.

Namun, ada seorang ahli agama sakti, ia tak rela kalau kotanya dijajah. Ia mengerahkan seluruh doa dan kekuatannya, melakukan ritual, dan berhasil membuat kota ini tak terlihat. Akhirnya kota ini selamat dari jajahan tentara Jepang.

Tentara Jepang memang tidak selama negara lain dalam menjajah Indonesia. Namun, kejamnya berkali kali lipat dari jajahan negara Belanda maupun Inggris. karena itulah, kota Padang 12 sangat dilindungi pada masa itu.

Kota ini masih tetap tak terlihat, sampai akhirnya perang telah selesai. Dan ternyata ahli agama sakti tersebut tak bisa mengembalikan kota ini seperti semula. Sampai saat ini, kampung tersebut penduduknya tak bisa dilihat oleh mata biasa.

Kota ini, jika dilihat sekarang lokasinya hanya terlihat seperti hutan pinggir jalan. Namun konon katanya, hanya orang orang khusus yang bisa melihat jelas kota ini. digambarkan sebagai kota besar, indah, bersih dan super mewah, layaknya kota maju.

“katanya di setiap rumah terdapat kubah emas, penduduknya memiliki mobil-mobil yang mewah, pesawat pribadi, bahkan kapal pesiar,” ungkap Nessie dalam kanal Youtubenya.

Kota yang dipercayai sebagai tempat tinggal Jin Muslim ini, terletak diantara Kecamatan Kendawangan dan Pesaguan Kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan Barat. Jika ditempuh melalui jalur udara lokasinya sekitar 30 menit dari Bandara Supadio Kota Pontianak.

Diberi nama Padang 12, karena wilayahnya memiliki luas sekitar 12 Km persegi berupa hamparan tanah luas kosong yang ditutupi pasir putih dan ditumbuhi pohon pinus serta ilalang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

UDU CAMP, PERKUMPULAN MAHASISWA PECINTA DEBAT ASSEMBLE!

  Ditulis oleh: Andras Salmany Ramdan (23041184402)             Surabaya-Debat merupakan sebuah kegiatan yang kerap kali terjadi pada fenomena sosial yang ada pada kehidupan kita sehari-hari sebagai manusia. Tetapi nyatanya debat merupakan sebuah ajang dimana seseorang dapat berpikir kritis dan mengemukakan pendapatnya, sampai-sampai debat menjadi sebuah ajang perlombaan yang sangat terkenal dan kompetitif diberbagai kalangan khususnya ditingkat mahasiswa.             Unesa debating union atau sering disingkat sebagai UDU merupakan sebuah unit kegiatan mahasiswa di Universitas Negeri Surabaya yang menaungi mahasiswa yang memiliki minat serta bakat yang sama dibidan debating. Dalam menyeleksi calon anggota, UDU menyelenggarakan kegiatan yang diberi nama UDU Camp dan konsisten diselenggarakan setiap tahunnya. Dalam kegiatan tersebut diisi oleh pemateri yang tentunya sud...

DEBAT BAKAL CAPRES BEM UI DIUNDUR, INI PENDAPAT DARI KACAMATA MABA UI

  Ditulis oleh: Andras Salmany Ramdan (23041184402)             Semakin dekat dengan pemilihan presiden pada 2024 menimbulkan banyak gejolak politik dimana-mana. Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia menginisiasikan untuk mengadakan sebuah debat antar bakal capres yang awalnya diselenggarakan pada Kamis, 14 September 2023, tetapi batal digelar. Hal tersebut dikarenakan dua dari tiga bakal capres menyatakan tidak bisa hadir dalam acara debat tersebut.             Menurut wawancara dengan mahasiswa baru Universitas Indonesia Angkatan 2023, Pasha Amalia Ichwan yang berasal dari prodi ilmu kesejahteraan sosial, fakultas ilmu sosial dan ilmu politik yang diselenggarakan pada hari Jumat, 15 September 2023, ia menuturkan alasan mengapa dua bakal capres yakni Prabowo dan Ganjar berhalangan hadir .“Hal yang melatarbelakangi dari re-schedule debat bakal capres ini ialah...

CULTURE SHOCK HINGGA HOMESICK, BEGINILAH MABA BRAWIJAYA MENGHADAPI MIMPI BURUK PERANTAU MUDA

Ditulis oleh: Andras Salmany Ramdan (23041184402)             Surabaya-Merantau merupakan sebuah mobilisasi yang sering dilakukan khususnya oleh para mahasiswa baru di tahun ajaran baru perkuliahan. Indonesia juga merupakan sebuah bangsa yang plural, jadi sudah semestinya seseorang akan mengalami culture shock saat menjajahi wilayah dan daerah yang baru. Seperti mahasiswa yang berkuliah dari Bogor ke Malang.             Menurut wawncara dengan mahasiswa baru Universitas Brawijaya, Zahra Aulia Putri, dari program studi agribisnis pada Sabtu, 23 September 2023, ia mengalami culture shock yang biasa dirasakan oleh mahasiswa baru khususnya yang berkuliah di daerah Malang. Ia menuturkan ada beberapa hal yang membuatnya terkejut saat datang dan memulai hidup barunya di Malang. Mulai dari cuaca yang dingin, berbeda dengan di Bogor yang memiliki suhu hangat, hingga perlu beradap...