Langsung ke konten utama

KEMACETAN PARAH DI KETINTANG: WARGA KEMBALI TERTAHAN DALAM LALU LINTAS

 Diana Atika Nur Alfiyah

NIM 23041184422

(image from sapanusa.id)

Kemacetan kali ini terjadi di Jalan ketintang, Surabaya, Jawa timur, Rabu (30/08/2023). Diduga kemacetan ini terjadi karena adanya jalur perlintasan kereta api yang belum di aspal. Sehingga membuat beberapa batuan kerikil keluar dari jalur kereta api dan menyebar di sekitaran jalan. Hal ini menyebabkan beberapa pengendara kesulitan saat melewati jalur perlintasan kereta api tersebut. Banyak pengendara yang roda kendaraanya tersangkut di jalur perlintasan kereta api tersebut, dan mengharuskan untuk didorong.

Selain itu, ada beberapa pengendara juga yang jatuh saat melewati perlintasan kereta api tersebut. Hal ini menyebabkan beberapa pengendara dibelakang menunggu giliran untuk melintasi perlintasan kereta api tersebut. Ditambah banyaknya pengendara mobil maupun motor yang melintas di Jalan Ketintang yang bisa dibilang bukan jalan raya besar.

Kemacetan selalu terjadi disaat jam-jam sibuk seperti di pagi hari, siang hari dan sore menjelang malam. Bisa dipastikan Jalan Ketintang akan sangat dipadati oleh pengguna jalan bahkan akan sulit untuk dilewati.

Salah satu pengguna jalan yang bernama Mifta, mengungkapkan pendapatnya mengenai kemacetan yang terjadi di Jalan Ketintang.

“Menurut saya pribadi sangat prihatin akan kemacetan ini, karena jalan yang begitu kecil dan ramainya pengendara dari arah berlawanan sehingga para pengedara sangat tidak sabar atau saling mendahului satu sama lain dari arah yang berlawanan. Itu membuat kondisi di lokasi tidak beraturan dan sangat rawan terjadinya kecelakaan,” ujarnya.

Kemacetan yang terjadi ini sangat menyulitkan warga asli sekitar sana.  Pada dasarnya Jalan Ketitang ini memang sudah ramai karena salah satu jalan menuju Universitas Negeri Surabaya yang memiliki banyak mahasiswa, ditambah banyak pengendara mobil maupun motor melintasi jalan ini karena Jalan Ketintang termasuk salah satu jalan pintas.

Tetapi kabar untuk saat ini Sabtu (02/09/2023) kemacetan di Jalan Ketintang sudah tidak separah beberapa hari yang lalu, karena jalur perlintasan kereta api yang sudah di aspal dan sudah tidak ada batu kerikil yang bertebaran di jalan raya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

UDU CAMP, PERKUMPULAN MAHASISWA PECINTA DEBAT ASSEMBLE!

  Ditulis oleh: Andras Salmany Ramdan (23041184402)             Surabaya-Debat merupakan sebuah kegiatan yang kerap kali terjadi pada fenomena sosial yang ada pada kehidupan kita sehari-hari sebagai manusia. Tetapi nyatanya debat merupakan sebuah ajang dimana seseorang dapat berpikir kritis dan mengemukakan pendapatnya, sampai-sampai debat menjadi sebuah ajang perlombaan yang sangat terkenal dan kompetitif diberbagai kalangan khususnya ditingkat mahasiswa.             Unesa debating union atau sering disingkat sebagai UDU merupakan sebuah unit kegiatan mahasiswa di Universitas Negeri Surabaya yang menaungi mahasiswa yang memiliki minat serta bakat yang sama dibidan debating. Dalam menyeleksi calon anggota, UDU menyelenggarakan kegiatan yang diberi nama UDU Camp dan konsisten diselenggarakan setiap tahunnya. Dalam kegiatan tersebut diisi oleh pemateri yang tentunya sud...

DEBAT BAKAL CAPRES BEM UI DIUNDUR, INI PENDAPAT DARI KACAMATA MABA UI

  Ditulis oleh: Andras Salmany Ramdan (23041184402)             Semakin dekat dengan pemilihan presiden pada 2024 menimbulkan banyak gejolak politik dimana-mana. Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia menginisiasikan untuk mengadakan sebuah debat antar bakal capres yang awalnya diselenggarakan pada Kamis, 14 September 2023, tetapi batal digelar. Hal tersebut dikarenakan dua dari tiga bakal capres menyatakan tidak bisa hadir dalam acara debat tersebut.             Menurut wawancara dengan mahasiswa baru Universitas Indonesia Angkatan 2023, Pasha Amalia Ichwan yang berasal dari prodi ilmu kesejahteraan sosial, fakultas ilmu sosial dan ilmu politik yang diselenggarakan pada hari Jumat, 15 September 2023, ia menuturkan alasan mengapa dua bakal capres yakni Prabowo dan Ganjar berhalangan hadir .“Hal yang melatarbelakangi dari re-schedule debat bakal capres ini ialah...

CULTURE SHOCK HINGGA HOMESICK, BEGINILAH MABA BRAWIJAYA MENGHADAPI MIMPI BURUK PERANTAU MUDA

Ditulis oleh: Andras Salmany Ramdan (23041184402)             Surabaya-Merantau merupakan sebuah mobilisasi yang sering dilakukan khususnya oleh para mahasiswa baru di tahun ajaran baru perkuliahan. Indonesia juga merupakan sebuah bangsa yang plural, jadi sudah semestinya seseorang akan mengalami culture shock saat menjajahi wilayah dan daerah yang baru. Seperti mahasiswa yang berkuliah dari Bogor ke Malang.             Menurut wawncara dengan mahasiswa baru Universitas Brawijaya, Zahra Aulia Putri, dari program studi agribisnis pada Sabtu, 23 September 2023, ia mengalami culture shock yang biasa dirasakan oleh mahasiswa baru khususnya yang berkuliah di daerah Malang. Ia menuturkan ada beberapa hal yang membuatnya terkejut saat datang dan memulai hidup barunya di Malang. Mulai dari cuaca yang dingin, berbeda dengan di Bogor yang memiliki suhu hangat, hingga perlu beradap...